VALUE JASA PELATIHAN CANGKOK DAN SAMBUNG TANAMAN

Perbanyakan tanaman secara vegetatif merupakan bagian dari peluang bisnis yang mempunyai nilai ekonomis.  Perbanyakan vegetatif dimaksud adalah cangkok dan sambung.  Banyak orang yang menganggap remeh bisnis ini sehingga kurang diperhatikan petani kecil sebagai kegiatan bisnis.

Penangkar bibit tanaman yang umumnya diposisikan dipinggir jalan mengambil tempat yang luas.  Pembeli dengan mudah untuk membeli terutama untuk tanaman bunga-bungaan.

Namun, di lihat dari aspek reboisasi tanaman dan atau menggunakan bibit tersebut sebagai bibit tanaman untuk dibudidayakan dengan tujuan yang komersil, maka perbanyakan tanaman cangkok dan sambung yg menggiurkan.

Mencangkok adalah menguliti hingga bersih dan menghilangkan kambium pada cabang atau ranting sepanjang 5-10 cm. Tumbuhan yang bisa dicangkok adalah   tumbuhan dikotil dan tumbuhan yang berbiji terbuka.  Dengan dicangkok akan memiliki akar serabut, bukan akar tunggang.

Cara cangkok dapat memberikan efek : 1. produksinya maksimal, 2. sama persis dengan induk tanaman, 3. lebih cepat berbuah, 4. tingkat keberhasilannya tinggi.  Biasanya menggunakan peralatan : 1. pisau, 2. gunting, 3. kompos, 4. pupuk kandang, 5. plastik bening/sabut kelapa atau ijuk 6. tali raffia

Kemudian, cara sambung (enten ata grafting) merupakan penggabungan dua  bagian tanaman yang berlainan dengan memiliki sifat yang berbeda.  Namun akan disatukan dalam satu tanaman yang kuat.

Penyambungan dapat dilakukan dengan cara penyambungan antara batang bawah dan batang atas dilakukan dengan dua varitas tanaman, namun masih species yang sama. Misalkan tanaman mangga yang akan disambung dengan tanaman kweni yang masih berfamili, maka bisa disatukan.

Teknik penyambungan dapat dilakukan dengan dua cara, yakni : 1. sambung pucuk dan sambung samping.  Sambung pucuk caranya : 1. memilih bagian batang bawah dan batang atas, 2. batang bawah dilakukan pemotongan 20-25 cm, dibelah membujur sedalam 2-2,5 cm, 3. batang atas dimasukkan ke dalam belahan batang bawah, diikat dengan tali plastik tipis, 4. Pada saat memasukkan batang atas sebaiknya diperhatikan apakah kambium bersentuhan dengan batang, 5. buat naungan agar terlindung dari panas matahari langsung. Kemudian 2 atau 3 minggu akan keluar tunas baru

Jasa pelatihan cangkok dan sambung ini mempunyai nilai ekonomi yang tinggi (value economic) apabila dikelola secara profesional di dalam perbanyakan tanaman.  Yang kelak tanaman tersebut dapat dijual guna untuk penghijauan dan pembudidayaan tanaman.

Bagi petani kecil yang ahli dalam bidang cangkok dan sambung, maka dapat menawarkan keahliannya ke sekolah, lembaga perguruan tinggi, perbankan yang mempunyai motivasi untuk memperbanyak anak-anak usaha agribisnis yang tujuannya dapat mendatangkan keuntungan yang besar kepada perusahaan.

“Artikel diatas juga sudah terbit diharian Waspada dan dapat dilihat pada halaman berikut  Klik Disini

PELUANG BISNIS JASA PELATIHAN STEK DAN OKULASI

Perbanyakan tanaman secara vegetatif terutama yang disebut secara stek dan okulasi umumnya belum semua petani mengetahui ketrampilan (teknologi) dari perbanyakan tanaman ini.  Di lapangan tampak bahwa yang melakukan aktivitas di atas adalah orang-orang yang mmpunyai keahlian dibidang stek dan okulasi, dibayar sesuai dengan produktivitas ketrampilannya.

Bahkan, jika diperhatikan dikalangan dosen pertanian pun tidak semua dosen yang mampu melakukan aktivitas di atas.  Hipotesis ini dapat ditelusuri pembuktiannya apakah perguruan tinggi negeri (PTN) atau swasta (PTS) yang mempunyai fakultas pertanian

Untuk itu diharapkan agar mahasiswa dapat melaksanakan  salah satu visi perguruan tinggi yakni menciptakan lapangan pekerjaan menuju dunia kewirausahaan, maka pembekalan (coaching) terhadap pelatihan stek dan okulasi sangat diperlukan setiap mahasiswa yang melakukan perkuliahan di fakultas pertanian

Stek adalah perlakuan pemisahan, pemotongan beberapa bagian tanaman (akar, batang, daun dan tunas) dengan tujuan agar bagian-bagian itu membentuk akar.  Dengan akar ini, maka muncullah istilah stek akar, stek daun, stek batang.

Tanaman yang dihasilkan dari stek biasanya mempunyai sifat persamaan dalam umur, ukuran tinggi, ketahanan terhadap penyakit dan sifat-sifat lainnya.  Selain itu kita juga memperoleh tanaman yang sempurna yaitu tanaman yang mempunyai akar, batang, dan daun yang relatif singkat. Jenis Tanaman stek ; tebu, singkong, kentang,  bawang dan  tanaman hortikultura buah-buahan dan bunga-bungaan

Sedangkan perbanyakan okulasi adalah salah satu cara meningkatkan mutu tumbuhan dengan cara menempelkan sepotong kulit pohon yang bermata tunas dari batang atas pada suatu irisan dari kulit pohon lain dari batang bawah, sehingga tumbuh bersatu menjadi tanaman yang baru.

Perbedaan  kedua perbanyakan tanaman di atas adalah bahwa secara okulasi adalah perbanyakan tanaman yang lebih baik dari stek.  Karena, okulasi dapat  menggabungkan dua sifat unggul dari masing-masing bagian tanaman yang diokulasikan.  Misalnya unggul batang bawah, maka berdampak terhadap perakaran yang kuat.  Dan sifat  batang atas (entres) dapat berbuah lebat.  Okulasi dilakukan untuk tanaman yang masih dalam satu species

Okulasi antar tanaman yang berbeda species jarang dilakukan. Karena, tingkat keberhasilan okulasinya sangat rendah.  Hal ini disebabkan karena perbedaan sifat fisiologis dari masing-masing species yang menghambat penyatuan batang atas dan batang bawah.  Jenis tanaman yang diokulasi : Karet, Kakao, Mangga, Belimbing serta hortikultura buah-buahan dan bunga-bungaan

Petani kecil yang mempunyai ketrampilan (teknologi) yang diperoleh secara turun-temurun akan keahlian ini.  Sesungguhnya keahlian ini dapat dijual.  Laku di pasaran.  Solusinya adalah misalkan ada sekolah SMK pertanian dan Perguruan tinggi yang mempunyai kebun percobaan.  Pasti, membutuhkan jasa  stek dan okulasi.  Dikarenakan lembaga yang bersangkutan ingin mengkoleksi tanaman yang berasal dari stek dan okulasi untuk dibisniskan.

Pertahankan kemampuan ketrampilan anda sebagai petani kecil yang mempunyai keahlian di bidang stek dan okulasi.  Oleh karena ketrampilan (teknologi) itu mempunyai peluang bisnis yang cerah untuk dijual. Minimum dalam kursus pelatihan siswa dan mahasiswa di lingkungan pendidikan.

” Artikel diatas juga sudah terbit diharian waspada dan dapat dilihat dengan mengunjungi link berikut WASPADA KLIK DISINI “

PENGAWASAN DAN PEMANFAATAN BENIH PADI BERSERTIFIKAT

Benih padi adalah biji yang dipersiapkan untuk tanaman yang telah melalui proses seleksi hingga diharapkan dapat mencapai proses tumbuh besar. Benih yang bermutu akan melahirkan turunan yang disebut dengan benih unggul.  Benih unggul adalah benih yang berasal dari jenis unggul yang berkualitas baik yang ditinjau dan dievaluasi dari beberapa aspek, antara lain : 1. kemurnian benih, 2. kebersihan benih, 3. daya tumbuh, 4. kesehatan benih

Tanda-tanda benih yang bermutu adalah 1.  daya kecambah benih yang tinggi 2. kekuatan tumbuh benih, 3. dengan penampilan benih secara prima, 4. bentuknya bernas, 5. jika dalam wadah (lot), ukurannya homogen, 6. bebas dari kontaminasi dan 7. bebas dari gulma.

Permasalahan yang masih banyak dialami oleh petani kecil adalah bahwa mereka masih banyak menerima benih padi aplosan.   Benih aplosan adalah benih padi yang dicampur antara benih yang bermutu tinggi dengan benih yang bermutu rendah.

Dampak yang terjadi di lingkungan petani kecil adalah 1. produktivitas padi yang rendah, 2. mudah terserang hama dan penyakit dan 3. merugikan  petani kecil.

Pengawasan pemerintah melalui dinas pertanian sangat diharapkan terutama dalam distribusi  dan peraturan-peraturan yang telah ditentukan dan diterapkannya.   Bagi pedagang dan petani benih padi yang melakukan tindakan pengaplosan benih akan dikenakan sanksi-sanksi pidana.

Namun, kenyataannya praktek-praktek pengaplosan benih padi masih banyak terjadi di Indonesia umumnya dan di Provinsi Sumatera  Utara khususnya.  Bagi mereka yang malakukan pengaplosan ini masih liar dan sukar ditemukan oleh pihak yang berwajib. Sehingga diperlukan pengawasan yang serius dalam berbagai bentuk yang dapat menghentikan praktek pengaplosan benih padi

Salah satu bentuk pengawasan adalah regulasi atau undang-undang yang harus dibuat oleh pemerintah dari mulai benih diperoleh petani kecil hingga pemanfaatan benih tersebut mengalami fase panen.

Sudah saatnya para anggota legeslatif menjadikan masalah tersebut menjadi wacana untuk merumuskan undang-undang  terutama yang menyangkut tentang undang-undang distribusi benih padi bersertifikat ini

Undang-undang itu esensinya adalah apabila petani kecil membeli benih bersertifikat, maka sudah saatnya bunyi sertifikat dikeluarkan adalah legal.  Kemudian menanggulangi kerugian petani kecil dari mulai awal membeli benih sampai ke pada panen, jika benar ditemukan bahwa benih tersebut dalam bentuk benih aplosan.

Kesemua sanksi, hak dan kewajiban harus dimuat dalam undang-undang sebagaimana yang kelak akan dirumuskan dan dibuatkan oleh anggota legeslatif.  Cara ini adalah salah satu bentuk pengawasan yang konkrit terhadap pemanfaatan benih padi bersertifikat.  Konsekuensinya petani kecil akan terlindungi, produktivitas dapat ditingkatkan, penerimaan petani tinggi, kelak harapan keuntungan petani dapat ditingkatkan.

” Artikel diatas juga sudah terbit diharian waspada, dapat dilihat pada laman berikut https://issuu.com/waspada/docs/waspada__sabtu_4_februari_2017

TTI LANGKAH STRATEGIS DISTRIBUSI PANGAN

Gubernur Sumatera Utara, tertanggal 22 Desember 2016 dalam acara Grand Design Ketahanan Pangan dari mulai 2015-2025 di  Garuda Plaza, Hotel  Medan mengharapkan bahwa Toko Tani Indonesia (TTI) yang diprakarsai oleh Badan Ketahanan Pangan adalah sebagai langkah strategis membantu petani di dalam pengadaan sembilan bahan pokok, mulai dari beras, gula, minyak makan serta kebutuhan tani lainnya dengan harga yang lebih murah di bawah harga pasar

Langkah kebijakan ini diambil, oleh karena di Provinsi Sumatera Utara selama ini distribusi produk usahatani terutama padi dari mulai di lokasi panen hingga ke kilang padi distribusinya banyak dimanfaatkan oleh pihak asing.

Pihak asing adalah pedagang-pedagang yang menggunakan modalnya yang besar di dalam pembelian gabah ke petani dengan harga yang relatif murah.  Sementara pedagang tersebut memperoleh selisih (margin) keuntungan yang tinggi ketika mengubah  gabah padi menjadi beras.

Selain itu, sekarang ini banyaknya mini-mini market swasta yang menjual sembilan bahan pokok dan keperluan tani lainnya.   Harga dari mini market ini sangat fluktuatip sehingga tidak dapat dinikmati oleh petani

Namun, dengan adanya  Toko Tani indonesia (TTI) yang dikelola oleh sumberdaya manusia yang berkualitas, maka dapat diharapkan sebagai langkah strategis dalam memotong mata rantai distribusi yang telah dilakukan/ menguntungkan pihak asing/produsen-produsen perentara selama ini.

Oleh sebab itu, pemekaran TTI ini akan dilakukan secara bertahap sampai ke tingkat kabupaten dan kecamatan, guna membantu petani di dalam pengadaan  bahan pangan dan sekaligus sebagai wadah ke petani untuk menjual hasil produksinya ke TTI

Kebijakan ini mempunyai dasar fondasi yang matang yang tetap berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 pada pasal 33 ayat 1,2 dan 3 dimana peran pemerintah melindungi rakyatnya termasuk petani.

Dengan melaluikebijakan seperti ini bahwa distribusi yang  begitu panjang selama ini (diestimasikan : mulai dari petani, pedagang pengumpul, pedagang perentara hingga ke toke kilang padi) akan dapat dihapuskan melalui distribusi yang pendek ;  Yakni dari petani langsung dapat melakukan transaksi ke TTI

Konsekuensi dari kebijakan ini adalah petani diuntungkan.  Dikarenakan akan memperoleh harga sesuai dengan harga pasar, sekaligus petani dapat merencanakan pola tanam komoditas apa yang dilakukan berdasarkan perencanaan (grand disign) ketahanan pangan Provinsi Sumatera Utara

Di lain pihak, Gubernur Provinsi Sumatera Utara mengatakan, bahwa mulai 1 Januari 2017 akan berubah nama dari mulai Badan Ketahanan Pangan akan diganti menjadi Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan.  Kemudian, semula Dinas Pertanian berubah menjadi Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura.

Pergantian nama ini sekaligus memperbesar tugas pokok kewenangan dari masing-masing lembaga, yang diharapkan dapat membantu petani secara serius dalam melangsungkan ketahanan pangan di Provinsi Sumatera Utara.

” Artikel diatas juga dapat dilihat di harian WASPADA pada link klik disini “

Potensi Terong Sebagai Bisnis

Terong (Aubergine) merupakan tanaman pekarangan atau dikenal di Medan sebagai tanaman alam dikenal pula sebagai tanaman sayuran.  Selain itu komoditas terong tidak sulit untuk membudidayakannya.  Untuk kapasitas keperluan yang sedikit terong dapat ditanam di pot atau polybag, sudah dapat memenuhi kebutuhan sayur keluarga.  Buahnya sangat bervariasi warnanya, meliputi : putih, hijau, ungu, dan bahkan ada pula Terong Belanda.

Terong yang umumnya digunakan sebagai sayuran, kini telah berkembang diolah menjadi banyak makanan kuliner, seperti :  Terong manisan, kare terong, terong balado  dan kemungkinan sangat besar untuk digunakan lagi sebagai bahan baku pembuatan produk makanan hilir.

Terong sangat besar manfaatnya terutama untuk kesehatan manusia, karena terong mempunyai senyawa fenolik, biasa disebut sebagai asam klorogenat.  Bahan ini mencegah sel kanker, anti virus dan anti mikroba.  Mampu menurunkan berat badan, agar kulit  dan rambut tetap sehat.  Kemudian terong ini dapat pula menghentikan kebiasaan merokok, melancarkan peredaran darah di jantung dan banyak manfaat lainnya.  Oleh karena itu, biasakan mengkonsumsi terong

Fakta di lapangan bahwa terong dijual di pasar sebagaimana apa adanya.  Tanpa adanya pengolahan untuk menjadi terong komoditas hilir.  Kecenderungan diguakan hanya sebagai sayur.  Harga relatif murah sekitar Rp 12000,- per Kg.  Tergantung musim tidaknya terong.  Apabila musim berlimpah, maka harga akan turun, permintaan banyak dan penawaran rendah.  Sebaliknya apabila musim rendah, maka harga akan tinggi sampai Rp 35.000,- per kg, permintaan rendah sedangkan penawaran tinggi.

Jarang ditemukan di Medan khususnya dan di Provinsi Sumatera Utara bahwa terong di olah sebagai produk hilir.  Tetapi, hanya digunakan sebagai sayur lalapan dan kadang kala sebagai sayur tauco.

Pemanfaatan pekarangan sebagai wadah untuk budidaya terong adalah langkah yang tepat, apabila setiap warga memahami dari manfaat terong.  Oleh karena itu yang menjadi saran dalam penulisan ini untuk tetap memperhatikan terong sebagai makanan kesehatan, sehingga terhindar dari penyakit kanker yang sekarang ini banyak mengganggu aktivitas manusia sebagai makhluk hidup

Untuk terong belanda di Bandung Selatan telah dibuat industri pengalengannya, yang siap dipanen dua minggu sekali.  Terong Belanda ini kaya dengan provitamin A dan bagus untuk kesehatan mata, kaya pula dengan vitamin C untuk mencegah sariawan serta meningkatkan daya tahan tubuh

Di Medan, telah banyak orang menggunakan jus terong Belanda dan atau jus Martabe yang berbahan baku terong belanda.  Sangat laris untuk dipasarkan.  Di lihat potensi bisnis terong Belanda ini sudah tepat dilakukan industri pengalengan minuman yang berasal dari jus terong belanda.

Namun, investor mana yang lebih awal  untuk mendirikan pengalengan jus terong belanda ini sesungguhnya dapat melibatkan sebagai industri karya rumah tangga petani kecil, yang digalang oleh pemerintah daerah dalam menjalankan aktivitas wujud kerja sama antara Dinas industri perdagangan dengan pertaanian.

“Artikel tersebut  juga sudah terbit di harian WASPADA yang dapat dilihat dari laman berikut https://issuu.com/waspada/docs/waspada__sabtu_7_januari_2017/5

MELIRIK UNTUNG USAHA KOMODITAS JENGKOL

Komoditas jengkol  (Fruit)  adalah komoditas yang mudah untuk dibudidayakan, karena bisa tumbuh dimana saja.  Selain itu, komoditas jengkol baik bagi kesehatan, dapat dimakan langsung seperti :  Lalapan dan mempunyai nilai ekonomi yang cukup tinggi.

Komoditas jengkol mempunyai banyak turunan produk hilir yang dapat dimanfaatkan, seperti : kerupuk jengkol, sumur jengkol, sate jengkol, rendang jengkol dan tumis jengkol.   Makanan ini menjadi trend dan kegemaran masyarakat khususnya di Provinsi Sumatera Utara dan umumnya di Indonesia.

Namun, jika mengkonsumsi jengkol secara berlebihan, maka akan memberikan efek samping seperti kencing dan mulut bau, penyakit diabetes serta mengganggu aktivitas jantung.

Harga jengkol sangat berfluktuatif, sejalan dengan apabila musim jengkol berlebihan, kondisi pasar jengkol sangat banyak, maka harga turun dan permintaan besar sedangkan penawaran rendah.  Sebaliknya, jika jumlah jengkol kecil di pasar, maka harga akan naik pernah sampai Rp 40.000,- s.d. Rp 80.000,- per kg.  dan bahkan, pernah menyampai Rp 100.000 per kg, sama seperti harga per Kg daging sapi.

Komoitas jengkol yang dibudidayakan dengan menggunakan bibit cangkok, biasanya berproduksi lebih cepat dan sudah dapat dipanen pada tahun ke tiga dan ke empat.  Satu pohon jengkol yang sehat dan lebat normalnya dapat menghasilkan 15 hingga 25 kilogram buah jengkol

Di Bandung sudah ada cafe Jengkol dengan menu andalan berbahan jengkol. Dari mulai sambel jengkol, semur jengkol, balado jengkol, rendang jengkol,  hingga jengkol yang hanya di goreng dan ditaburi garam.  Cafe Jengkol terletak di Jlan. K.H. Ahmad Dahlan (Banteng) No. 50 Bandung.  Sekrang ini telah diserbu para Djengkoler alias penggemar jengkol, termasuk dari luar kota Bandung, yakni Jakarta dan sekitarnya.

Prospek dari komoditas ini yang ditandai dengan besarnya permintaan akan buah jengkol dalam bentuk mentah akan semakin banyak tergantung jenis turunan produk hilir yang diciptakan.  Semakin banyak besarnya permintaan ,maka akan semakin besar permintaan akan buah jengkol.

Peluang usaha cafe semacam ini dapat juga dilakukan di Medan khususnya di Provinsi Sumatera Utara umumnya.  Dikarenakan potensi sungguh sangat mendukung dari estimasi masih besarnya para Djengkoler alias penggemar jengkol di kota ini.

” Artikel berikut juga sudah terbit diharian WASPADA yang dapat dilihat pada link berikut https://issuu.com/waspada/docs/waspada_sabtu_3_mei_2017